Sejarah Mobil Karoseri Ambulance yang Diperbaharui

Sejarah mobil karoseri ambulance Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dijual dengan nama “Kijang Innova”. Selain di Indonesia, figur ini juga dijual ke pasar luar negeri dengan nama “Innova” (tanpa “Kijang”). Teladan ini sudah mengalami perubahan yang cukup drastis diperbandingkan dengan figur dari generasi sebelumnya. Apabila pada awal konsep Kijang generasi pertama merupakan Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, karenanya Kijang generasi V lebih dikelompokkan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk figur fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutamanya di bagian depan kendaraan, di mana tak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada figur-figur sebelumnya.

Konsep Produksi
Teladan ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada tahun 2004, yang dijual dengan konsep mobil keluarga variasi MPV (Multi Purposes Vehicle) masa sekarang, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih cermat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini memakai Mesin VVT-i 2000 cc dengan variasi 1TR-FE berkatup 16 DOHC dengan kekuatan yang jauh lebih besar ketimbang Kijang bensin generasi sebelumnya, merupakan sebesar 136 hp, walaupun untuk varian dieselnya memakai mesin diesel 2500 cc berkode 2KD-FTV dengan turbocharger dan metode penyaring solar Common Rail Direct Injection,memiliki kekuatan sebesar 102 hp, menggantikan variasi K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan metode Direct Ignition System (DIS) dan merupakan pengaplikasian dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan pionir roda belakang (Rear Wheel System).

Penyempurnaan Produksi
Memakai Suspensi Independen Double Wishbone dengan per keong pada bagian depan (Coil Spring) dan 4-link Lateral Rod Rigid Axle pada bagian belakangnya, Kijang generasi ini dapat meredam guncangan lebih nyaman. Chasis masih memakai Ladder Bar tapi beban suspensi dapat didistribusikan secara merata keseluruh bagian badan mobil sehingga Body Roll dan tingkat Pitching kian kecil atau sudut geometri suspensi lebih handal ketimbang kijang generasi sebelumnya karena spot jatuh suspensi yang lebih cermat berbanding antara panjang dan lebar mobil.

Karoseri Ambulance

Penyempurnaan lain terdapat dibagian kemudi. Pengendara dapat lebih cermat memberi nasehat kemudi disetiap tikungan. Stabilitas arah kemudi lebih handal karena memakai figur Rack-and-Pinion dengan Engine Speed Sensing Power Steering sehingga mobil gampang diatur dalam kecepatan 120 km/jam pada tikungan S ataupun belokan memutar 270 derajat sekalipun. Kijang generasi ini mengusung dua variasi transmisi, baik yang memakai transmisi otomatis ataupun transmisi manual. Sebagian teknologi pada Kijang Innova yang tak dijumpai pada generasi sebelumnya berdasarkan klaim Toyota Astra Motor merupakan:

Mesin dengan VVT-i
VVT-i atau Variable Valve Timing Intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengendalikan Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan kepada perubahan keadaan mesin. Bermacam sensor mesin lainnya (temperatur, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan info kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat mengerjakan penilaian konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat keperluan dari progres tersebut. Dengan pengaplikasian metode ini, dapat menghasilkan progres pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena progres konsumsi bahan bakar dijalankan dengan lebih sempurna, sesuai dengan keperluan mesin, dan pada kesudahannya menghasilkan sisa emisi gas membuang yang lebih rendah agar jenazah lebih mudah dibawa.

Mesin Diesel D4D
D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection . Mesin ini memakai metode injeksi Commonrail di mana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui filter bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kwalitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas membuang yang amat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalanan sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengendalikan laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya ataupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini merupakan akselerasi & daya kerja yang optimal, beserta tingkat getaran & bunyi mesin yang lebih halus yang dapat diciptakan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas membuang yang lebih rendah.

Anti Maling
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Deterrent System yang umum disebut Engine Immobilizer System. Fitur ini mencegah mesin hidup seandainya kode ID kunci tak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini memakai Chip Transponder pada tiap anak kuncinya. Di mana coil yang dipasang pada tiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin seandainya kode ID yang didapatkan tak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai figur seandainya mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

Single Belt
Pemakaian Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, beban mesin, jumlah bagian dan beban kerja mesin diperbandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membikin generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah tiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, di mana ECU akan menghitung tiap pembukaan throttle valve melalui motor pemrakarsanya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk tiap keadaan jalan.

Apabila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap dapat dijalankan.

Sensor Ultrasonic
Sensor ini diaplikasikan untuk mempermudah pengedara dikala parkir, sensor ini terletakkan pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara seandainya mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22–82 cm.