Manfaat dan Bahaya Keju yang Mengejutkan

Keju adalah salah satu makanan yang paling serba guna dan populer,keju digunakan hampir untuk semuanya, mulai dari cemilan, menu utama, sampai makanan penutup. Keju dibuat dari susu binatang, hampir semua susu binatang dapat dibuat menjadi keju—sapi, kambing, lembu (yaks), unta, dan banteng.

Kebanyakan keju dibuat dengan menambahkan campuran enzim, yang dikenal sebagai rennet, ke dalam susu untuk mengentalkannya. Cairan yang masih tersisa setelah proses pengentalan tadi, disebut air dadih, sedangkan bagian padatnya disebut dadih. Setelah kering, dadih tadi bisa dicampur dengan bahan lainnya, bisa juga dimasukan jamur atau bakteri khusus, direndam dalam anggur atau bir, ditekan atau dicetak, diasap, atau difermentasi, teknik-teknik tersebut akan menghasilkan keju berbeda.

Manfaatnya Untuk Kesehatan

Dapat mencegah diabetes. Keju merupakan sumber kalsium yang baik, penelitian menunjukan bahwa mendapat asupan kasium dari makanan dapat mencegah kekebalan insulin, yang merupakan tanda dari diabetes.

Dapat mencegah sindroma metabolik. Menurut penelitian, wanita yang mendapat banyak asupan kalsium dari produk susu akan mengalami penurunan risiko sindroma metabolik secara signifikan. FYI, sindroma metabolik masih terkait dengan diabetes dan penyakit jantung.

Menunjang kesehatan tulang dan otot. Jika dikonsumsi dengan porsi yang pas, Anda akan mendapat jumlah kalsium dan protein yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan otot, hal ini membuat keju menjadi makanan ideal untuk vegetarian, anak-anak pada masa pertumbuhan, serta penderita osteroporosis. Orang yang tidak bisa mencerna susu karena memiliki gangguan, misal intoleransi laktosa, dapat mengonsumsi keju. Bakteri dan enzim yang digunakan saat proses pembuatan keju dapat memecah beberapa laktosa (gula susu).

Mencegah gigi berlubang. Lemak alami yang terdapat dalam keju dapat melindungi gigi Anda dan dapat berindak sebagai penghalang bakteri alami. Juga, semua keju mengandung casein, yang bermanfaat sebagai pelindung gigi alami. Dan yang terakhir, kalsium & fosfor dalam keju mampu
meremineralisasi enamel gigi

Risikonya Untuk Kesehatan

Lemak jenuh dan sodium. Dokter sering menganjurkan pasien penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau yang bermasalah dengan berat badan untuk mengurangi konsumsi kerju. Hal itu dikarenakan keju tinggi akan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, yaitu kondisi dimana arteri tersumbat dengan timbunan lemak. Maka, jika ingin mengonsumsi keju, carilah keju yang rendah lemak. Keju juga tinggi akan sodium, hal ini dapat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi.

Migrain dan alergi. Keju yang difermentasi dapat memicu sakit kepala migrain pada beberapa orang yang sensitive. Cobalah cari keju yang berbahan dasar susu kambing atau domba, karena biasanya jarang memicu alergi. Uraian lengkapnya dapat dilihat disini: https://www.deherba.com/8-makanan-penyebab-migrain.html

Bakteri berbahaya. Susu pasteurisasi memang dijadikan standar untuk membuat keju di Amerika dan Kanada. Tapi beberapa toko kesehatan dan toko khusus menjual keju buatan sendiri yang menggunakan susu tidak yang dipasteurisasi. Keju tersebut bisa saja mengandung salmonella dan bakteri berbahaya lainnya.