Ejakulasi Dini Penyebab Perceraian

Apakah benar ejakulasi dini penyebab perceraian? jumlah kasus perceraian di indonesia meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi beberapa pasangan memutuskan untuk berpisah. Selain faktor ketidakcocokan, faktor ekonomi dan psikologis, faktor seksual juga menjadi penyebabnya. Ejakulasi dini adalah keadaan dimana seorang pria terlalau cepat ejakulasi, dalam kata lain sperma keluar sebelum pasangan mencapai orgasme. Apabila hal ini terjadi secara berulang-ulang hampir sama dengan usia perkawinan, tentunya pasangan menjadi tidak tahan. Umumnya wanita mengalami orgasme atau kepuasan apabila penis telah mencapai titik G. Titik kepuasan ini terdapat di bagian dalam vagina.

Apabila pria tidak mampu memberikan kepuasan pada pasangan, tentu pasangannya akan mencari pria lain yang mampu memberikan kepuasan. Orgasme pada wanita tidak dapat diprediksi berdasarkan waktu, setiap pasangan memiliki waktu orgasme masing-masing tergantung kesuburan, kesehatan, kekuatan/stamina pria dan keinginan pasangan. Apabila wanita tidak ingin berhubungan intim, jangan paksa mereka untuk melakukannya. Efek mood yang sedang buruk dapat mempengaruhi kualitas hubungan intim. Beberapa pria yang memiliki kualitas stamina yang bagus menggunakan obat kuat hingga jamu kuat tahan lama untuk mendukung ereksi. Selain ejakulasi dini, penyakit yang sering terjadi pada vitalitas pria adalah impotensi. Impotensi merupakan salah satu gangguan vitalitas dimana penis tidak mampu melakukan ereksi.

Jika anda mengalami ejakulasi dini, segera konsultasikan dengan dokter. Mengkonsumsi obat ejakulasi dini bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tubuh, namun untuk masalah kesehatan alat vital jangan main-main. Jika perlu, anda boleh melakukan pemeriksaan laboraturium. Ejakulasi dini terkadang disertai dengan beberapa gejala lain seperti sulit ereksi atau sering disebut sebagai lemah syahwat. Kelainan ini masuk ke dalam jenis kelainan disfungsi ereksi. Pemeriksaan medis terkait dengan penyakit ejakulasi dini berjalan secara bertahap. Setelah melakukan pemeriksaan laboraturium, anda diwajibkan untuk melakukan tes urine. Hal ini harus dilakukan agar dokter mengetahui apakah ada penyebab lain yang mempengaruhi penyakit ejakulasi dini yang anda rasakan. Dari pemeriksaan laboraturium, anda akan mendapatkan hasil pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dilakukan agar anda mengetahui kadar hormon testosteron.